Cahaya Cantik Dari Utara Dan Selatan

Aurora yang juga dikenal sebagai “cahaya utara“ dan Selatan terlihat sangat menakjubkan. Anda dapat membayangkan dua penari yang yang sedang menari di lantai dansa. Apabila dilihat dari luar angkasa, cahaya utara dapat berputar-putar dan beralur dalam satu arah, sedangkan cahaya selatan dapat melakukan kebiasaan yang tidak cukup selaras dengan arahnya.

Penelitian yang diterbitkan 'Journal of Geophysical Research' (Space Physics), mengungkapkan bahwa penyebab asimetri auroral utara dengan selatan ini adalah sudut di mana angin matahari dan medan magnet matahari mendekati Bumi. Dua `kutub` magnet bumi yaitu utara dan selatan dikumpulkan menjadi garis-garis `medan magnet`.

Dan kekuatan magnet kutub planet ini menjangkau ke luar angkasa pada saat ´planet´ bergerak pada orbitnya. Ibarat tali pancing, mereka menangkap partikel-partikel yang dengan kekuatan penuh yang menuju ke arah kita dalam angin matahari. Partikel‐partikel ini masuk ke atmosfer dan energi dilepaskan menjadi berwarna warni.

Karena kedua ”kutub” magnet saling berlawanan, dapat diasumsikan bahwa aurora juga akan melakukan hal yang sama. Para ilmuwan melihat tidak hanya memiliki perbedaan dalam skala besar dalam bentuk, tetapi keduanya muncul di lokasi yang sedikit berbeda di sekitar kutub magnet juga.

Medan‐magnet bumi terlihat seperti gelembung, terjepit oleh medan magnet matahari dan angin matahari. Ini menyebabkan gelembung meregang di sisi malam Bumi dalam bentuk ekor magnetik. Ketika medan magnet matahari mengarah ke Bumi dalam orientasi yang lebih timur barat dibandingkan dengan kutub magnet Bumi maka akan menyumbat ekor kutub magnetik. Ini membuatnya miring memicu distorsi yang pada akhirnya menghasilkan Cahaya Utara dan Selatan dengan betuk yang berbeda.

Pada pertengahan tahun 2000-an para ilmuwan menggunakan satelit untuk mengamati kedua aurora pada saat yang sama. Dipimpin oleh Anders Ohma (kandidat doktoral di Bergen) melakukan pemeriksaan gambar-gambar lama dari kedua aurora yang diambil pada waktu yang sama oleh dua satelit terpisah. Dari penelitian tersebut maka ditemukan bukti yang jelas bahwa asimetri terjadi karena sudut 'medan‐magnet' matahari dibandingkan dengan medan bumi.

Prof. Ostgaard mengatakan bahwa penelitian ini membantah hipotesis yang telah lama menunjukkan bahwa tabrakan, perpecahan. Dan akhirnya kekacauan yang terjadi di Bumi dan garis “medan‐magnet“ matahari mungkin telah menyebabkan asimetri–auroral. Mereka menemukan data penting dalam proses penelitian ini yang dikenal sebagai koneksi ulang magnetik dan agak mengurangi asimetri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *