Cara Ular Berjalan Melintasi Tanah

Ketika melihat ular berjalan (bergerak), adalah hal misterius dan dapat dijadikan obyek penelitian. Terkadang merayap di rumput dan tidak jarang berdiri tegak seolah melayang. Mereka mampu melompat di sela celah-celah dinding atau bahkan beberapa dari mereka terbang (bergerak meluncur) diantara pepohonan.

Dan kemudian ada sidewinder, yang mengambil namanya dari gerakan hipnotisnya. Gerakan mereka telah menarik perhatian para ilmuwan. Bruce Jayne, seorang peneliti dari University of Cincinnati, mengamati dan menguraikan otot‐otot apa yang digunakan hewan untuk berputar dan menekuk di tanah melalui rumput atau menaiki pohon.

Tidak seperti kebanyakan bentuk ular, gerakan ini melibatkan gerakan dalam garis lurus tanpa tekukan. Diam‐diam dan perlahan, ular itu merayap tanpa membungkuk. Gerakan itu tidak luput dari para perhatian peneliti ular. Dr. Hans Lissmann, seorang ilmuwan yang menggambarkannya sekitar 70 tahun yang lalu dengan hipotesis tentang otot apa yang digunakan ular untuk mendorong tubuh mereka sendiri dan bagaimana otot–otot itu bertindak.

Dr. Jayne dan Dr. Hans Lissmann berfikir untuk meneliti pada beberapa pekerjaan klasik yaitu pergerakan lurus bujur sangkar. Hal ini menurut mereka adalah gagasan yang sangat bagus tentang semua gerakan, dengan hipotesis bagaimana otot-otot mungkin bekerja. Dalam pengamatan itu, Dr. Newman memasukkan elektroda kawat halus ke otot ular untuk merekam aktivitas mereka, seperti cara sensor merekam aktivitas jantung dalam elektrokardiogram.

Apa yang ditemukan oleh 'peneliti' yaitu hipotesis Dr. Lissmann benar adanya tetapi tidak semuanya benar. Saat ular `bergerak` maju, otot di kulit perutnya memperpendek kulit dan tetap tegang. Kemudian otot berjalan maju dari ujung satu tulang rusuk ke kulit tegang untuk menarik kerangka dan tubuh ke depan di atas kulit.

Otot lain yang berjalan ke arah ekor dari tengah tulang rusuk ke kulit menarik kulit ke depan. Dr. Lissmann tidak berharap otot kulit tetap tegang dan dia pikir otot–otot kulit melakukan pekerjaan untuk menarik tubuh ke depan, sedangkan otot 'berjalan' dari ujung tulang rusuk ke kulit.

Mengapa penelitian ini membutuhkan pengamatan yang sangat detail? Apakah itu hanya masalah kata yang tepat atau suatu aktivitas “listrik“ dari otot. Dalam hal kepraktisan, pembuatan robot ular diperlukan untuk program penelitian. Semaksimal mungkin harus sama persis dengan anatomi ular sebenarnya, baik struktur tubuh maupun kelenturan dalam pergerakannya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan detail terkecil dari gerakan ular yang mungkin sangat membantu untuk penelitian selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *