Gunung Berapi Yang Masih Menjadi Misteri Di Planet Mars  

Sebuah foto dari ‵pesawat‵ ruang angkasa yang mengorbit Mars menunjukkan gumpalan putih panjang hampir seribu mil dan keluar dari gunung berapi raksasa. Mungkinkah gunung berapi yang diperkirakan tidak aktif selama sekitar 50 juta tahun akan meletus? Ilmuwan planet dengan percaya diri mengatakan tidak. “Ini hanya awan,” kata Eldar Noe Dobrea, seorang ilmuwan di Planetary‐Science‐Institute, yang berbasis di Tucson, Ariz.

Badan Antariksa Eropa merilis gambar yang diambil oleh pengorbit Mars Express. Gambar itu menunjuk sebagai “formasi awan yang aneh“ yang membentang dari timur ke barat dekat Arsia Mons, paling selatan dalam rangkaian 3 gunung berapi.

Arsia Mons memiliki ketinggian 12 mil dan lebar 270 mil. Ukuran ini menjadikan Mauna Loa (gunung 'berapi' terbesar di Bumi, yang tingginya hanya 6,3 mil dan lebar 75 mil dan sebagian besar di bawah air) menjadi tampak lebih kecil. Namun, ini bukan gunung `berapi` terbesar di Mars. Itu Olympus–Mons, yang tingginya lebih dari 13 mil dan terbesar di tata–surya.

Dr. Noe Dobrea mengatakan ini jelas bukan peristiwa vulkanik, karena ‘pesawat‘ ruang angkasa akan mendeteksi kenaikan metana, sulfur dioksida dan gas-gas lain yang tumpah karena letusan. Sebaliknya, ini adalah contoh bagaimana topografi mempengaruhi cuaca.

Ahli meteorologi bahkan memiliki istilah untuk menggambarkan fenomena ini yaitu mengangkat orografis. “Itu sering terjadi di Bumi,” kata Dr. Eldar Noe Dobrea, menyebutkan badai yang sering meletus di pegunungan Sierra Nevada di California. Awan terbentuk ketika ‵udara‵ yang sarat air didorong ke atas di sepanjang gunung. Udara yang lebih dingin dan lebih tipis tidak dapat menampung banyak air menyebabkan sebagian uap air mengembun dan membeku kemudian membentuk awan.

Udara di Mars jauh lebih tipis daripada di Bumi, tetapi aturan fisika cuaca juga berlaku di sana. Bulan lalu, NASA merilis gambar warna palsu berdasarkan data dari pengorbit Mars Odyssey yang menangkap lebih banyak detail di awan kaya es yang bertiup di atas Arsia Mons. Memang jarang ada awan di atas Arsia Mons. Lebih dari satu dekade yang lalu, Dr. Noe Dobrea menganalisis pengamatan dari misi NASA sebelumnya.

Mars‐Global‐Surveyor mencoba untuk mengumpulkan gambar bebas awan dari permukaan Mars. Tetapi setiap kali 'pesawat' ruang angkasa itu melewati sisi barat Arsia Mons, selalu tertutup mendung. “Ternyata tidak satu pun dari pengamatan yang pernah memiliki pandangan yang jelas tentang permukaan pada saat ini,” katanya. Ini menjadi sebuah misteri yang akan selalu akan membuat penasaran para peneliti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *