Menelusuri Jejak Kaki Burung Masa Lampau

Pagi itu di Myanmar, seorang ahli paleontologi bernama Lida Xing telah mengumpulkan kapsul waktu kecil yang mengandung rahasia prasejarah. “Saya memperhatikan bahwa ada kaki burung yang sangat kecil di salah satu manik-manik, yang membuat saya sangat bersemangat,” kata Dr. Xing, yang bekerja di China University of Geosciences di Beijing. Dr. Xing mengambil spesimen sebuah cakar yang dipotong-potong tergantung pada manik-manik berwarna kuning dan disebutnya sebagai “Kaki Jelek.”

Dengan manik-manik kuning 99 juta tahun yang sekarang berada di tangannya, Dr. Xing dan rekan-rekannya mempelajari dan CT scan sebagai pelengkap. Mereka melihat bahwa bagian atas kaki dilapisi bulu-bulu halus. Pemeriksaan lebih dekat mengungkapkan bahwa ada semacam bulu yang menonjol dari ujung jari kaki.

“Burung berbulu atau dinosaurus berbulu dengan kaki berbulu telah menjadi sesuatu yang telah dicari para ilmuwan selama beberapa dekade,” kata Jingmai O’Connor. Jingmai adalah seorang ahli paleontologi dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi dari Akademi―Ilmu―Pengetahuan Cina di Beijing.

Temuan tersebut diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, sebuah petunjuk untuk lebih memahami bagaimana kaki burung dan kerabat mereka yang telah punah berubah dari waktu ke waktu. Hal ini berkontribusi pada studi transisi evolusi yang terjadi di antara dinosaurus, burung prasejarah dan burung yang kita lihat terbang di sekitar hari.

“Spesimen ini kami sebut ‘Kaki Hobbit’ karena hobbit dikenal memiliki kaki yang sangat berbulu,” kata Dr. O’Connor. Kaki Hobbit milik anggota kelompok burung yang sekarang sudah punah yang disebut enantiornithines yang merupakan keluarga prasejarah dari burung yang hidup. Tidak seperti kebanyakan burung modern, banyak enantiornithine yang memiliki paruh dengan gigi dan cakar yang menonjol dari sayapnya.

Alasan ahli paleontologi mengira burung prasejarah dengan kaki berbulu itu ada adalah karena peneliti telah melihat jejak kaki berbulu mereka pada 'burung' masa kini. Kecuali beberapa pengecualian seperti burung hantu bersalju, ptarmigan, ras ayam dan merpati khusus dan beberapa lainnya, sebagian besar burung yang hidup memiliki kaki tanpa bulu yang tertutup sisik.

Ahli paleontologi berpikir nenek―moyang burung dimulai dengan kaki bersisik. Akhirnya, sisik di bagian atas kaki berevolusi menjadi bulu. Tetapi mereka kemudian kembali ke skala. Sisik di bagian bawah kaki tidak mengalami perubahan ini dan malah tetap primitif. Menurut para ilmuwan, perubahan ini menjelaskan perbedaan yang kita lihat dalam skala atas dan bawah dari beberapa kaki burung modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *