Menyelamatkan Anak-Anak Yang Terjangkit Malaria di Desa Terpencil

Di musim malaria, anak-anak yang tinggal di desa-desa terpencil berisiko sangat besar. Ketika parasit yang ditularkan oleh nyamuk telah menjalar ke otak maka penyakit ini dapat membunuh dalam jangka waktu 24 jam. Orang tua sering kali tidak menyadari seberapa dekat balita dengan kematian terjangkit penyakit tersebut. Lebih dari 90% kematian yang disebabkan malaria terjadi pada anak usia di bawah 5 tahun.

Setelah 13 tahun berusaha, serangkaian tindakan sementara harapan untuk menjaga anak-anak tetap hidup lebih lama dilakukan  dengan membawanya ke klinik telah dikembangkan. Pada Pengujian awal langkah ini efektif mengurangi tingkat kematian yaitu dalam satu proyek percontohan di Zambia, mereka turun 96%.

Artesunat yang difungsikan sebagai supositoria rektum lunak merupakan elemen baru yang lebih penting. Artesunat yaitu obat yang disuntikkan rumah sakit ke anak-anak dalam bahaya mematikan dari infeksi malaria di otak. Versi baru ini hadir dalam bentuk yang lebih paktis dan dapat di berikan oleh petugas kesehatan desa atau bahkan orang tua.

Pemberian rektal memasukkan obat ke dalam darah dengan cepat dan menghindari kemungkinan bahwa anak akan muntah obat. Idealnya, setiap kotak dua dosis membunuh cukup parasit untuk membeli enam hingga 12 jam lagi bagi seorang anak untuk mencapai perawatan tingkat yang lebih tinggi.

WHO sebagai organisasi yang bergerak dibidang kesehatan dunia mendukung gagasan supositoria artesunat pada tahun 2005. Kemajuan lain yang membantu menyelamatkan anak-anak yang terjangkit malaria termasuk kecepatan tes diagnostik, melatih petugas kesehatan setempat untuk mengenali penyakit dan armada ambulan sepeda.

Hanya dengan setetes darah, tes ini memberikan diagnosis dengan cepat. Ambulans disini diartikan sebagai gerobak logam dengan panjang enam kaki dan lebar empat kaki di las serta melekat pada sepeda. Seorang ibu dan anaknya dapat naik berdiri ataupun duduk, kendaraan ini dapat melewati jalan yang sempit untuk mobil.

Ambulan sepeda motor telah digunakan di India untuk menjangkau daerah pegunungan dan jalanan perkotaan yang macet, meskipun harganya mahal. Program multiprong diuji selama musim malaria 2017-2018 di distrik Zambia di mana desa bisa mencapai 10 mil melewati jalur tanah dari perawatan medis formal apa pun. Secara dramatis hal tersebut mengurangi angka kematian pada anak.

Sebuah analisis yang pernah dirilis oleh peneliti menghitung bahwa kematian 96% lebih rendah daripada yang seharusnya tanpa kombinasi supositoria, ambulans, alat tes dan pelatihan tambahan. Proyek ini didukung oleh Medicines for Malaria Venture, program kemitraan untuk menemukan obat malaria baru, dan Transaid sebuah badan amal Inggris yang bekerja meningkatkan transportasi di negara miskin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *