Meskipun Dekat Dengan Matahari, Bumi Terasa Dingin

Dini hari ini, bumi akan melakukan pendekatan terdekat ke matahari dan mencapai titik di orbitnya yang dikenal sebagai perihelion. Dingin seperti musim dingin di belahan bumi‐utara. Perubahan jarak terjadi karena orbit planet kita membentang menjadi elips. Hal ini menyebabkan 'bumi' mendekat ke matahari pada bulan januari dan menjauh ke luar ke tata surya luar setiap bulan juli, pada titik yang dikenal sebagai aphelion.

Meskipun tiga juta mil terdengar luas, itu tidak seberapa pada skala tata‐surya kita. Terlepas dari jalur “elips“ planet, kebanyakan astronom mengatakan bahwa orbit bumi pada dasarnya berbentuk lingkaran. Pada skala 0 hingga 100%, di mana 0 adalah lingkaran sempurna dan hampir 100 adalah oval yang sangat tipis, bumi hanya mendapat nilai 1,7.

Hal ini adalah sifat yang menentukan yang menjaga planet kita pada jarak yang hampir sama dari matahari kita, dan menjaga iklim relatif stabil. Banyak astronom bertanya apakah orbit melingkar mungkin saja merupakan unsur penting dalam fase kehidupan. Faktor kunci untuk dipertimbangkan ketika mencari tanda―tanda kehidupan alien di sekitar ribuan exoplanet yang diketahui mengelilingi bintang-bintang lain di dalam galaksi.

Pada pendekatan terdekatnya dengan bintang itu adalah bahwa planet akan menghadapi ledakan panas yang akan menguapkan lautan planet itu dan melepaskan atmosfer. Kemudian mengirimkan molekul-molekul penting seperti oksigen yang mengalir ke luar angkasa. Planet juga akan mengalami pasang–surut yang dramatis.

Menyebabkannya berubah bentuk, meluas oleh gravitasi bintang yang sangat besar dan menghasilkan letusan gunung—berapi yang dahsyat. Kemudian pada jarak terjauh dari bintang, planet ini akan mengalami proses pembekuan yang panjang dan dalam. “Ini kondisi ekstrem yang akan menghancurkan planet, saya berharap bahwa jangan terlalu lama bagi planet ini untuk menjadi kering dan gersang,” kata Stephen Kane, astronom di University of California, Riverside.

Pada 2012, Dr. Kane dan rekan–rekannya meneliti planet—planet yang terdeteksi oleh teleskop 'Kepler' NASA. Penemuan bahwa dunia yang lebih kecil dan berbatu cenderung berada di orbit melingkar, sedangkan planet-planet gas yang besar tidak. Ini menunjukkan bahwa dunia berbatu ini mungkin dapat menjadi tempat dengan ”iklim” yang stabil dan mungkin ada kehidupan.

Dr. Kane dan peneliti lainnya memperingatkan agar tidak mengabaikan kemungkinan terbentuknya kehidupan di dunia dengan orbit yang sangat eksentrik. Perkiraan awal bahwa sebuah planet dengan eksentrisitas setinggi 30% atau 40% dapat tetap dihuni dengan syarat memiliki suhu yang mendukung adanya air.

Untuk mendapatkan kondisi seperti ini, sebuah planet perlu menampung lautan air yang luas dengan atmosfer yang tebal. Air membutuhkan waktu lebih lama untuk memanas dan mendingin, planet ini dapat menghindari panas berlebih di musim panas dan beku di musim dingin. Demikian juga atmosfer yang tebal berfungsi sebagai selimut agar planet tetap dingin ketika dekat maupun jauh dari bintang inangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *